Tentang Asal-Usul Nama “Indonesia”

Loropikir.com - Berbicara tentang sejarah, Loki yakin nih pasti kalian pernah mendengar istilah “Jas Merah” iya kan? Jas merah merupakan sebuah akronim yang di ambil dari pidato terakhir Bung Karno pada 1966. Kepanjangan dari akronim Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan meninggalkan sejarah. Poin penting yang dapat diambil dari pidato tersebut adalah tentang pentingnya Sejarah Atau Asal-usul.
Jadi kalao kalian nggak ngerti sejarah bangsanya sendiri – tanah airnya sendiri – nanti kalian gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri. Ngapunten nggih, Loki ambil contoh yang gampang saja, cah kekinian apa ada yang nyambung kalo seumpama diajak ngomong kalih simbah yang pake bahasa kromo inggil? Pasti Cuma di jawab “hehehe” tho?
Agustus, merupakan bulan yang sangat di agungkan oleh bangsa Indonesia ini tentu membawa semangat tersendiri bagi masyarakat. Istilahnya semangat kemerdekaan, nah mumpung kalian lagi bersemangat. Loki mau ngajak kalian mengenal Tentang Asal-Usul Nama “Indonesia”. Dahulu jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan, nama Indonesia sudah berseliweran dan eksis digunain dalam berbagai aktivitas politik kaum pergerakan lho, seperti rapat akbar, aksi massa, pawai, famplet, Koran dan lain sebagainya.

Yang jadi pertanyaan kan kapan pertamakali nama Indonesia dipergunakan, Iya kan? Terus, kira-kira siapa yang nemuiin istilah nama Indonesia? Dan bagaimana bisa nama tersebut diadopsi menjadi nama sebuah Bangsa dan negara?
Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengetahuinya. Maklum, pelajaran sejarah di sekolah-sekolah kita memang tidak begitu serius memberitahu kita. Sampai-sampai Pak Presiden Jokowi saja kecele tentang tempat lahir founding father Indonesia Pak Ir. Soekarno.
1. Nama “Indonesia” pertamakali muncul pada 1850, pada sebuah majalah ilmiah tahunan Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang terbit di Singapura. Penemunya adalah dua orang Inggris: James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl.
Saat itu, nama Hindia—nama wilayah kita saat itu—sering tertukar dengan nama tempat lain. Karena itu, keduanya berpikir, daerah jajahan Belanda ini perlu diberi nama tersendiri. Earl mengusulkan dua nama: Indunesia atau Malayunesia. Earl sendiri memilih Malayunesia. Sedangkan Logan yang memilih nama Indunesia. Belakangan, Logan mengganti huruf “u” dari nama tersebut menjadi “o”. Jadilah: INDONESIA.
2. Nama Indonesia kemudian dipopulerkan oleh seorang etnolog Jerman, Adolf Bastian. Dia mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya, Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipelsdan Die Volkev des Ostl Asien. Bastian sendiri mengunjungi Indonesia empat kali.
Di dalam bukunya, Bastian menggunakan kata Indonesia untuk merujuk pulau besar di Nusantara —Jawa, Sumatera, Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), Molukken (Maluku), Timor, hingga Flores—dan gugusan pulau-pulau yang mengitari pulau tersebut.
3. Penjajah Eropa atas Nusantara, menamai negeri kita ini: India. Namun, agar tidak sama dengan nama India, maka ditambahi huruf ‘H’ di depannya menjadi: Hindia.
Di bawah penjajahan Portugis, namanya Portuguese-india yang artinya ‘Hindia kepunyaan Portugis’. Saat penjajahan Belanda, negeri kita disebut Nederlandsch-Indie, yang berarti ‘Hindia kepunyaan Belanda’. (Pramoedya Ananta Toer, Angkatan Muda Sekarang, 1999).
4. Tahun 1913, Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara mendirikan Kantor Berita untuk bumiputera di Den Haag, belanda. Namanya: Indonesische Persbureau, disingkat IP.
Saat itu Ki Hajar sedang menjalani pembuangan di negeri Belanda akibat aktivitas politiknya di tanah air.
5. Sebelumnya, di tahun 1912, Ki Hajar bersama dua kawannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangkukusumo, mendirikan partai politik bernama Indische Partij (IP). IP merupakan organisasi politik pertama yang terang-terangan memperjuangkan kemerdekaan Hindia—terpisah dari kolonialisme Belanda.
Saat itu, IP mengusulkan agar nama negeri kita ini adalahHindia. Slogan IP yang terkenal: Hindia untuk Hindia! Sayang, usulan IP ini kurang berterima luas di kalangan kaum pergerakan.
6. Pada bulan Februari 1922, para pelajar Indonesia di negeri Belanda sepakat mengadopsi nama Indonesia. Mereka mengubah nama organisasinya dari Indische Vereeniging menjadiIndonesische Vereeniging.
Kemudian, di tahun 1924, koran organisasi ini, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Setahun kemudian, giliran nama Indonesische Vereeniging resmi diubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).
7. Di tanah air, organisasi politik yang pertama sekali menggunakan nama Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu terjadi pada tahun 1924. PKI sendiri berdiri tanggal 23 Mei 1920, dengan nama Perserikatan Komunis Hindia. Baru pada bulan Juni l924, melalui sebuah Kongres di Weltevreden, Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia.
8. Pada tahun 1927, Soekarno bersama Tjipto Mangunkusumo serta kawan-kawannya diAlgemene Studieclub mendirikan gerakan politik nasionalis bernama Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).
Setahun kemudian, Perserikatan Nasional Indonesia berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Soekarno dan PNI punya kontribusi besar dalam mempopulerkan nama Indonesia di kalangan rakyat jelata: petani, buruh, dan kaum melarat lainnya.
9. Pada tahun 1928, Kongres Pemuda Indonesia ke-2 mengikrarkan ‘satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: INDONESIA”. Sejak itulah Indonesia sebagai nama dari sebuah negeri yang diperjuangkan semakin diterima luas di kalangan kaum pergerakan dan masyarakat.
Dua tahun sebelumnya, Wage Rudolf Supratman menciptakan lagu berjudul “Indonees, Indonees”, yang kemudian di tahun 1944 diubah menjadi “Indonesia Raya”. Lagu tersebut dikumandangkan tanpa lirik oleh WR Soepratman pada waktu Kongres Pemuda Indonesia ke-2. bertempat di gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, tahun 1928.
Sejak itulah cita-cita “Indonesia Raya” bergema di hampir semua pulau-pulau sepanjang Semenanjung Malaya hingga Papua. Tahun 1937, di Malaya (sekarang Malaysia), berdiri organisasi nasional bernama Kesatuan Melayu Muda (KMM). Dalam programnya, KMM menyatakan ingin mempersatukan Malaya ke dalam satu ikatan dengan ‘Indonesia Raya’.
10. Tetapi Pramoedya Ananta Toer kurang setuju dengan nama Indonesia. Menurutnya, penggunaan nama itu kurang politis dan ahistoris. Kata Pram, Indonesia berarti kepulauan India; belum keluar dari cara kolonialis menamai negeri kita. Pram sendiri mengusulkan dua nama yang dilahirkan oleh sejarah bangsa ini, yaitu Nusantara dan Dipantara. Nusantara muncul semasa dengan Majapahit, yang berarti: kepulauan Antara (dua benua). Sedangkan Dipantara muncul di era Singasari, yang berarti: Benteng Antara (dua benua).
Disadur secara kasar dari berdikarionline
http://loropikir.com/route.php/newsdetail/241

0 Response to "Tentang Asal-Usul Nama “Indonesia”"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel